August 30, 2009.
Bersykur atas nikmat yang banyak, biasanya agak lebih mudah, tetapi jika nikmat yang diterimanya sedikit, biasanya agak sulit untuk bersyukur. Padahal, Read the rest of this entry »
August 30, 2009.
Bersykur atas nikmat yang banyak, biasanya agak lebih mudah, tetapi jika nikmat yang diterimanya sedikit, biasanya agak sulit untuk bersyukur. Padahal, Read the rest of this entry »
Mendung tak berarti pasti hujan, bahkan mungkin sesudah itu malah menjadi cerah berbinar.
Ungkapan itu bukan hanya pepatah, tetapi memang panduan realita kehidupan.
Dalam kehidupan, kadang kesulitan melanda, tapi percayalah, itu bukan akhir dari segalanya.
Esok hari, selalu ada jalan keluar, asalkan SABAR dan IKHTIAR. “Di setiap kesulitan ada kemudahan [QS. Alam Nasyrah:5-6″.
Begitu sebaliknya, kemudahan, bahkan kemakmuran yang kita dapati hari ini, belum tentu kita masih dapati di keesokan harinya.
Tidak ada sesuatu yang abadi di dunia ini.
Karena itu, pandailah bersabar dan berikhtiar selagi dalam kesulitan, dan pandailah bersyukur selagi dalam kemudahan.
Kemarin pagi, sedianya saya melakukan banyak hal, seperti malam sebelumnya saya sudah merencanakannya. Tetapi apa mau dikata? pagi itu badan saya tidak bisa diajak kompromi, kepala “keleyengan” dan perut mual hingga muntah-muntah.
Subhanallah, rupanya aku harus istirahat. Akhirnya, aku pun beristirahat sambil menikmati secangkir teh pahit panas yang disuguhkan istriku sebelum ia berangkat mengajar. Hampir seharian aku terbaring, tanpa bisa melakukan banyak hal.
Ya Allah, baru kita menyadari, bahwa jika Allah berkehendak atas sesuatu, maka kita tidak dapat berbuat apa-apa kecuali menjalaninya meski dengan terpaksa.
Setumpuk agenda pun kandas tak terlaksana, rupanya manusia memang hanya “harus” berencana, Allah-lah yang menentukan. Semalam sebelumnya, tanpa terasa apapun, bahwa aku harus sakit keesokan harinya, tapi…??? Aku (mungkin juga kita), baru menyadari, betapa nikmatnya sehat, dan baru menyadari, bahwa melalui sakit, kita bisa bersyukur kepada-Nya.
Allah Yang Maha Kuasa atas Segala Sesuatu, maka berusahalah saja, optimis akan hasilnya, bahwa Allah pasti akan mengabulkan keinginan dan usaha kita, kalaupun ternyata tidak dikabulkan atau tidak lancar, setidaknya kita sudah memiliki nilai kesungguhan atas usaha kita.
Allah Maha Penyembuh, mohonlah kepada Allah atas segala kesembuhan dari sakit yag kita derita, jangan pernah memohon kepada selainnya, sambil berusaha semaksimal mungkin untuk mencari obatnya dengan cara yang benar menurut syari’at Islam dan menurut ilmu serta akal sehat. Kalaupun ternyata tidak juga sembuh, yakinlah, bahwa Allah akan menilai kemuliaan atas usaha dan penyerahan diri kita kepada Allah swt.
Wallahu A’lam ……
Hal pertama dan terpenting dalam Aqidah Islam adalah mengetahui dan memahami Allah swt Sang Pencipta. Hal ini sangat penting dan utama, karena:
Sebagaimana secara singkat Allah swt menjelaskan tentang diri-Nya dalam QS. An-Nas [114]: 1-3, sebagai:
maka dengan pendekatan ini pula seharusnya kita mulai memahami Allah swt menurut Allah sendiri.
I. Allah adalah “al-RABB”
II. Allah swt adalah “al-MALIK”
III. ALlah adalah “al-ILAH”